SHALAT SUNNAT

Sesungguhnya ibadah shalat dalam garisnya, dibagi menjadi dua, yaitu shalat yang difardhukan dan shalat yang tidak difardhukan. Shalat yang tidak difardhukan disebut shalat nafilah atau tathawwu atau shalat sunnat.

A. Shalat Rawatib

Shalat rawatib adalah shalat sunnat yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu. Shalat Sunnat rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut shalat sunnat Qabliyah, sedangkan shalat sunnat yang dikerjakan setelah shalat fardhu disebut shalat sunnat Ba’diyah. Seluruh dari shalat sunnat rawatib terdiri dari:

  1. SHALAT RAWATIB GHAIRU MUA’AKKAD:

a). Dua atau empat rakaat sebelum shalat dzuhur

b). Dua atau empat rakaat sebelum sesudah shalat dzuhur

c). Dua rakaat sebelum shalat ashar

d). Dua rakaat sebelum shalat maghrib

e). Dua rakaat sesudah shalat maghrib

f). Dua rakaat sebelum shalat isya

g). Dua rakaat sesudah shalat isya

h). Dua rakaat sebelum sholat shubuh

2. SHALAT RAWATIB MU’AKKAD

a). Dua rakaat sebelum shalat fardhu dhuhur

b). Dua rakaat sesudah shalat fardhu dhuhur

c). Dua rakaat sebelum shalat fardhu ashar

d). Dua rakaat sesudah shalat fardhu maghrib

e). Dua rakaat sebelum shalat fardhu shubuh

Adapun cara melaksanakan shalat sunnat rawatib ini sama dengan shalat fardhu namun niatnya saja yang berbeda:

  1. NIAT SHALAT RAWATIB sebelum shalat fardhu dhuhur:

Shalat sunnah sebelum shalat fardhu dhuhur boleh dikerjakan dua rakaat, enam rakaat atau delapan rakaat.

MENURUT HADITS BUKHORI DAN IBNU UMAR

Dua rakaat sebelum shalat fardhu dhuhur dan dua rakaat sesudahnya

MENURUT HADITS MUSLIM berasal dari ABDULLAH BIN SYAQIQ

Shalat dhuhur boleh dilakukan enam rakaat yaitu : empat rakaat sebelum shalat fardhu dhuhur dan dua rakaat sesudahnya

Hal-hal adalah karena Rasulullah SAW, kadang-kadang mengerjakan dua rakaat saja, kadang-kadang empat rakaat atau dua rakaat dirumah dua rakaat di masjid. Salat empat rakaat ini, dikerjakan tanpa duduk tasyahud pertama, jika dilakukan sekaligus.

Rasulullah SAW, pernah mengqadha shalat sunnat dhuhur qabliyah (sebelum shalat fardhu dhuhur) setelah selesai dhuhur dan sunnat dhuhur ba’diyah (sesudah shalat fardhu dhuhur). Dan pernah Rasulullah mengqadha sunnat dhuhur ba’diyah sesudah shalat ashar jika mengerjakan shalat sunnat qabliyah (sebelum shalat fardhu dhuhur) dua rakaat:

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَال اللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatadl dhuhuri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar

Aku berniat shalat sunnat sebelum shalat dhuhur dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar

2. NIAT SHALAT RAWATIB sesudah shalat fardhu dhuhur

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَال اللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatadl dhuhuri rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar

Aku berniat shalat sunnat sesudah shalat dhuhur dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar

3. NIAT SHALAT RAWATIB sebelum shalat fardhu ashar

اُصَلِّى سُنَّةَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَال اللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatadl dhuhuri ‘ashri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar

Aku berniat shalat sunnat sebelum shalat ‘ashar dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar

4. NIAT SHALAT RAWATIB sebelum shalat fardhu maghrib

اُصَلِّى سُنَّةَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَال اللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatadl dhuhuri maghribi rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar

Aku berniat shalat sunnat sebelum shalat maghrib dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar

5. NIAT SHALAT RAWATIB sesudah shalat fardhu maghrib

اُصَلِّى سُنَّةَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَال اللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatadl maghribi rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar

Aku berniat shalat sunnat sesudah shalat maghrib dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar

Rasululullah SAW, tidak pernah meninggalkan shalat sunnat sesudah shalat mahgrib. Disukai agar dalam rakaat pertama, setelah Al Fatikhah, kita membaca surat Al Kafirun dan pada rakaat kedua membaca Surat Al Ikhlash. Dan hendaknya shalat sunnat ini dikerjakan di rumah, sepulang dari shalat berjama’ah, begitula Rasulullah SAW melakukannya

6. NIAT SHOLAT RAWATIB sebelum shalat fardhu ‘isya

اُصَلِّى سُنَّةَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَال اللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatadl isyaa-i rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar

Aku berniat shalat sunnat sebelum shalat ‘isya dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar

7. NIAT SHALAT RAWATIB sesudah shalat fardhu ‘isya

اُصَلِّى سُنَّةَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَال اللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatadl ‘isyaa-i rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar

Aku berniat shalat sunnat sesudah shalat ‘maghrib ‘isya dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar

8. NIAT SHALAT RAWATIB sebelum shalat fardhu shubuh

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَال اللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatadl shubhi rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar

Aku berniat shalat sunnat sebelum shalat shubuh dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar